Search

“Silver Painted Radiance” Japan release!

Japan_Release.jpg

My 4th album “Silver Painted Radiance” will be available for Japan release on 27 April 2016 from the good folks at Dessinee, just like the previous albums.

Thank you Japan!

[Interview] Adhitia Sofyan : Story of The Bedroom Singer

An interview conducted by a friend of mine in the UK Yuni Sutumorang for Outlet online magz, read it here.

289.jpg

 

 

Pesan CD “Silver Painted Radiance” Bertanda Tangan

Sign.jpg

Halo,

Untuk pesan CD “Silver Painted Radiance” bertanda tangan, bahkan bisa juga dengan pesan khusus (selamat ultah, happy anniversary, sukses skripsi dsb), silakan ikuti step berikut ini, berlaku juga untuk album saya yang lain :

  1. Klik ke laman beli album Silver Painted Radiance di earmerch.com ini –> klik di sini.
  2. Setelah klik “beli” (selesai belanja) silakan menuju “shopping cart”
  3. Temukan kolom “Private Message”, (liat foto di bawah) nah…
  4. Isi kolom “Private Message” ini dengan request tanda tangan (saja) atau bisa ditambah pesan khusus, misal seperti ini :

“Halo, tambahin tanda-tangan Mas Adhit ya” atau “Halo, minta tanda tangan sama tambah pesan ini ya : Untuk Desi, sukses ya skripsinya!”

Nah gitu aja, selamat memesan, kalo ada kesulitan bisa langsung colek twitter @earMerch nya, terima kasih ya:)

CD_TTD.jpg

 PENTING : Waktu pengiriman 1 sampai 2 minggu.

Wah lama ya? Iya, untuk spesial order bertanda tangan dan pesan khusus ini juga memerlukan effort spesial dari management; mereka harus menunggu sampai ada beberapa pesanan CD bertanda tangan yang masuk, lalu salah satu staff EarMerch akan datang ke tempat saya untuk bawa semua CD pesanan untuk ditanda tangani dan dibubuhkan pesan khusus. Kalau baru ada 1 atau dua pesanan lalu harus langsung nyamperin saya akan terlalu boros tenaga dan ongkos jalan :p – Demikian, saya harap teman-teman mengerti, terima kasih ya.

Cole Clark Session : “Untukku” ,Chrisye cover

Free Download : “Silver Painted Radiance” demo version.

The demo version of the new album “Silver Painted Radiance”, pure bare song ideas, just acoustic guitar and vocals, enjoy.

“Silver Painted Radiance” CD On Sale Now!

SPR_CD.jpg

Available for online order via demajors.com and earMerch.com for Rp 35K. We are distributing them to your regular CD stores, please be patient.

Thank you everyone, enjoy the new album.

Don’t forget to download the demo version of Silver Painted Radiance here.

Silver Painte Radiance (album clip)

Listen to all 10 songs from the new album Silver Painted Radiance on this album clip. Silver Painted Radiance is now available on various digital formats, CD release will be on March 21st from Demajors Indonesia

 

“Silver Painted Radiance” available now!

New album “Silver Painted Radiance” available now on digital formats (iTunes, Deezer, Spotify, Amazon Music, etc).

CD release on March 21st 2016. Will be available from demajors.com, earmerch.com and your regular (indie music) music stores.

Cheers.

AdhitiaSofyan_eFlyer_Square.jpg

Warna Segar Adhitia Sofyan di Album Keempat

Oleh Felix Dass

Setelah tiga album minimalis, Adhitia Sofyan keluar dari kotak yang telah ia bangun pelan-pelan. Ia mencoba memindahkan apa yang terjadi sehari-hari dengan band pendukungnya ke dalam rekaman. Hasilnya? Album Silver Painted Radiance

Selama lebih dari delapan tahun, Adhitia Sofyan telah ada di industri musik Indonesia. Ia meniti karir dengan terukur, mencoba berbagai macam kemungkinan yang ada, meniti kisah dengan berbagai macam ledakan kecil yang membuatnya punya tempat khusus di hati orang banyak dan memutuskan untuk menjadi musisi penuh waktu. Ia mendedikasikan waktu untuk musik, sesuatu yang selalu ia cintai luar dalam.

Komitmen menghasilkan ganjaran yang menyenangkan. Karyanya tinggal di banyak ruang hidup orang, penampilan panggung pun banyak ditanggap. Gayung bersambut, semesta mendukung pilihan.

Ada satu patahan baru yang ia coba perjuangkan sekarang: Sebuah album yang beda format. Ia yang sekarang, bukanlah Adhitia Sofyan yang dulu dikenal sebagai bedroom musician. Rumah, tidak lagi menjadi ruang masak untuk produk yang ia luncurkan.

Silver Painted Radiance adalah album keempat Adhitia Sofyan. Musiknya berubah, sekarang seluruh elemen band pendukungnya yang sehari-hari mengiringinya di atas panggung juga beraksi di dalam rekaman. Studio rekam yang layak jadi tempat penggarapan, bukan lagi ruang apartemen yang sunyi di malam hari.

“Karena belakangan ini sering bermain dengan band, saya jadi tertarik untuk merekam format ini. Format sendiri sudah terlalu sering didengar. Ada juga kebosanan dengan lagu-lagu mellow yang sering dibawakan di panggung. Bosan juga melihat penonton yang termenung diam, mimiknya selalu sama dari awal sampai akhir lagu,” jelas Adhitia Sofyan sembari berkelakar sesekali tentang alasannya muncul dengan pendekatan produksi yang berbeda.

Beberapa tahun terakhir, pendekatan berbeda dengan menggunakan jasa band pendukung sudah dilakukan olehnya. Ketika harus melanjutkan karir dengan album baru, nama-nama session player yang punya reputasi bagus itu pun berkontribusi di Silver Painted Radiance.

Seluruh kolaborator utama di bandnya mengambil peran. Andie Jonathan Palempung, pemain kibornya, juga menjadi produser album ini. Pemain drum Jessilardus Mates menjadi co-producer. Sementara Kristian Dharma juga mengisi seluruh track bas di album ini.

“Tidak ada yang baru sebenarnya. Rasanya sama seperti artis solo dengan session players-nya. Sama seperti ketika kita latihan di studio. Yang terasa berbeda hanya porsi permainannya saja. Sebelum ini, gitar saya selalu di depan, lalu instrumen yang lain mengikuti. Karena memang secara konstruksi lagu, bagian gitar sudah jadi dan terekam duluan. Kali ini, karena hasil dari urun rembug, jadinya ketika rekaman harus bagi-bagi porsi main,” ujarnya panjang lebar.

Pembagian kapling ini, membuatnya punya pendekatan yang baru.

“Saya harus membiarkan piano lewat duluan, drum lewat duluan. Bahkan ada bagian-bagian lagu yang saya sama sekali tidak main karena memang kebutuhannya seperti itu,” tambahnya.

Secara sadar, pendekatan produksi album yang berbeda juga dikejar.

“Sebelumnya, para kolaborator itu hanya menambal materi yang sudah jadi. Sekarang tidak. Saya biasanya datang dengan materi gitar dan vokal lalu kita bahas bersama-sama. Gitar saya bukan lagi jadi pemain utama sekarang ini. Lagu dan kepentingan suaranya yang lebih diutamakan. Senang sih akhirnya bisa keluar dari gua bernama bedroom musician itu dan mencoba hal baru,” terang Adhitia Sofyan lagi.

Kemasan musik dalam bentuk band yang terdiri dari beberapa pemain, memang menjadi sesuatu yang dikejar untuk ditampilkan di Silver Painted Radiance.

Hasilnya adalah sebuah album dengan pendekatan musik yang berbeda ketimbang tiga album sebelumnya. Album ini berisi sepuluh lagu yang memberi warna baru di karir musikal Adhitia Sofyan.

Musiknya tetap renyah, bisa dinyanyikan bersama, punya lirik dalam, kontemplatif –kalau tidak mau dibilang punya lirik gelap— dan dinyanyikan sepenuh hati. Kisah-kisahnya masih berasal dari sekitar.

“Sejujurnya, sekarang saya sedang merasa tidak punya ambisi apa-apa dalam bermusik. Seperti pilot yang sudah ada di atas awal dan berjalan di jalurnya lalu dia menyalakan tombol auto pilotnya. Tugas saya hanya glide and see,” paparnya.

Bagi yang telah mengikuti musiknya lewat beberapa album sebelumnya, ia punya sedikit pesan, “Saya ingin memperlihatkan bahwa musik yang dimainkan bersama band pendukung ini bisa dikembangkan sedemikian rupa. Kalau mereka kangen dengan versi Adhitia Sofyan yang lama, tinggal mendengarkan album pertama sampai ketiga. Atau kalau ini semua gagal, saya selalu bisa membuat album yang serupa di masa yang akan datang. Tapi pertanyaan paling penting adalah bagaimana album ini bisa menarik pendengar-pendengar baru yang ingin berkenalan dengan musik saya.”

 

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Baskerville Theme.

Up ↑

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 426 other followers