Persis sebelum bulan puasa beberapa waktu lalu, saya sudah berhasil merekam 11 lagu di studio kamar saya. Rencananya lagu-lagu ini yang akan mengisi full album saya nanti. 5 diantaranya adalah lagu-lagu yang ada di EP pertama saya yang di rekam ulang biar seragam feel nya dengan ke 6 lagu baru lainnya. Proses rekaman materi full album ini sebetulnya agak terburu-buru, karena saya berniat segera menyerahkannya ke mas Not di NuBuzz sebelum puasa dimulai. Agak kurang bijak kalau di malam-malam bulan Ramadhan saya menyibukkan diri genjrang-genjreng bergitar- ria sampai pagi. Jadi materi full album ini saya kira sifatnya masih sebuah demo yang saya buat secepat namun sebaik mungkin agar bisa ‘kelihatan’ dulu materinya.

Beberapa bulan lalu ketika lagu saya masih berada di chart NuBuzz Prambors mas Not pernah mengabari saya kalau NuBuzz tertarik untuk memproduksi full album saya, jadi dia menantikan materi-materi lagu untuk mengisi full album ini. Namun sekarang saya mendapat kabar kalau NuBuzz belum siap untuk membuatkan full album untuk artis-artisnya (even untuk Sind3ntosca sekalipun; artis jagoan NuBuzz) karena proses pembuatan full album perlu melibatkan banyak pihak dan workplan NuBuzz, yang baru saja melepaskan diri dari Prambors, dalam hal ini belum 100% clear.

Sebetulnya saya baru dan hanya menggantungkan ke NuBuzz untuk urusan full album ini, saya belum punya plan b, walaupun untuk release full album tidak harus lewat NuBuzz. Nah, sekarang untuk me-release-nya sendiri, banyak sekali PR dan list of what-to-know yang harus saya cari.

Pertama dari materi yang telah terekam, saya sendiri belum begitu happy dengan hasilnya, rasanya ingin merekamnya ulang. Baru-baru ini saya telah men-simplfy rangkaian perangkat rekaman studio kamar saya dan menggantikan beberapa peralatan murah-seadanya dengan yang lebih layak. Harusnya hasil rekaman dengan settingan baru ini bisa lebih baik.

Kedua, saya sedang bosan dan tidak begitu cocok dengan sound gitar yang saya pakai di EP pertama dan materi full album ini. Saya sedang berusaha menjualnya dan mencari gitar yang lebih cocok. Jadi sampai saya mendapat gitar yang saya cari, agak reluctant rasanya untuk memulai proses rekaman kali ini.

Ketiga….ah, untuk yang ketiga keempat dst itu nanti saja dulu, sekarang yang terpenting adalah untuk segera rekaman ulang.

Sebetulnya saya bisa saja membagikan materi demo yang sudah ada di online secara gratis, dan saya cukup senang melakukannya, namun ternyata beberapa teman musisi indie dan rekan-rekan di industri musik sangat tidak menyarankannya. Yah, karena saya belum punya keputusan apa-apa, jadi materi demo full album ini saya keep dulu. Walaupun sebetulnya saya sudah membagi-bagikannya kepada rekan-rekan terdekat saya, hehehe.

Well, begitulah soal full album, mohon maaf buat siapa saja yang merasa sedang menunggu-nunggu kehadirannya. I’m on it, mudah-mudahan tidak terlalu lama.