Tadi malam (26 Okt 08) saya memulai proses rekaman untuk materi full album. Karena it’s for ‘the real thing’ (bukan untuk keperluan demo), rekaman kali ini akan saya treat lebih serius dan tidak terburu-buru. Pernah terlintas di pikiran saya untuk menyewa studio profesional dengan sound engineer berpengalaman-nya, tapi niat itu saya urungkan karena pertama saya sangat enggan untuk meninggalkan kenyamanan berada dirumah bersama istri dan anak tercinta. Kedua saya enggan mengeluarkan biaya untuk melakukan rekaman yang serius, karena saya pikir dengan rekaman di rumah saya bisa mendapatkan hasil yang cukup listenable. I know it’s not going to be a spectacular crystal clear professional studio quality, but who am i to do so?

Seperti yang sudah pernah saya mention, rangkaian perangkat remakan di rumah sudah di sederhanakan. Saya membuang semua device yang bertuliskan Behringer dari rangkaian alat rekam saya. Behringer adalah perangkat audio super murah untuk pemula, semua sinyal suara yang melewati perangkat cheapo ini akan di pertajam sehingga menghasilkan karakter suara dengan kadar treble yang cukup jahat, kalau istilah audionya disebut ‘coloring’. Sekarang semua sinyal gitar dan vokal akan ditangkap via Rode NT1A condenser microphone yang kemudian diperkuat oleh Presonus TUBEpre pre-amp untuk di olah lebih lanjut oleh Presonus Firebox audio interface yang pada akhirnya seluruh soundwave akan terlihat di tampilan GarageBand di MacBook saya. Seluruh perangkat rekaman diatas disambung oleh kabel Planet Waves.

Untuk gitar utama saya masih memakai Cole Clark FL2A. Gitar ini adalah gitar modern akustik buatan Melbourne-Australia. Gitar ini adalah gitar yang dipakai Jack Johnson diatas panggung. Ben Harper dan grup musik Snow Patrol juga kadang-kadang memakainya. Di negeri kita sendiri gitar ini biasa dipakai oleh Stevie Item (Andra and the Backbone) dan Pasha (Ungu). Harganya diatas 12 juta rupiah. Wah, pasti keren dong? Ya…keren bagi yang merasa cocok dengan sound-nya. Saya sendiri sekarang kurang merasa cocok. Setelah lama mendengarkan musik-musik akustik, saya jadi jatuh cinta dengan karakter suara gitar akustik tua dan old school. Cole Clark mendadak menjadi terlalu modern untuk saya, terlalu bright, terlalu bersih, terlalu rapi, terlalu kaku. Tapi apa boleh buat, sampai saat ini saya belum berhasil mencari pembeli untuk gitar ini dan the recording has to start soon.

Sesi semalam dimulai dengan basic gitar track untuk lagu ‘Memilihmu’. Saya memulai sesi rekaman ini dengan track-track gitar yang paling panjang dan melelahkan untuk di rekam. ‘Korban’ berikut adalah Adelaide Sky yang akan saya rekam dengan Takamine TC132SC nylon.

Saya tidak menentukan tanggal persis kapan semua materi akan selesai di rekam, tapi harusnya semua sudah selesai sebelum 2008 berakhir. Setelah itu saya baru akan memikirkan soal cetak CD + cover dan mekanisme penjualannya.

So, here we record again…